Masa Puberitas

Masa Puberitas

Perubahan yang terjadi ketika anak di masa pubertas

Puberitas pada lelaki

  • Perubahan fisik biasanya ditandai dengan mulai terjadinya pembesaran testis dan tumbuh rambut kemaluan, diikuti oleh lonjakan pertumbuhan antara usia 10 dan 16 tahun-rata-rata 1 sampai 2 tahun. Lengan, kaki, tangan, juga tumbuh lebih cepat daripada bagian tubuh lainnya. Bentuk tubuhnya akan mulai berubah karena bahunya melebar dan mulai berotot.
  • Seorang anak lelaki bisa merasa khawatir ketika ia merasa nyeri atau bengkak di bawah puting nya. Perkembangan sementara jaringan payudara disebut ginekomastia dan hal itu terjadi pada sekitar 50% dari anak laki-laki selama masa pubertas. Tetapi biasanya menghilang dalam waktu 6 bulan atau lebih.
  • Celah suara akan berubah sehingga suara yang keluarpun berubah menjadi lebih berat.
  • Rambut gelap, kasar, keriting juga akan tumbuh tepat di atas penisnya dan skrotum, dan kemudian di bawah lengan dan di daerah jenggot. Penis dan testisnya akan lebih besar, dan akan lebih sering ereksi, dimana anak laki-laki mulai mengalaminya sejak bayi. Ejakulasi-pengeluaran sperma yang mengandung air mani-juga akan terjadi.
  • Banyak anak laki-laki yang khawatir akan ukuran penis mereka. Anak mungkin perlu diyakinkan untuk tidak khawatir tentang ukuran penisnya, terutama jika ia cenderung membandingkan dirinya dengan anak laki-laki lain yang telah lebih dulu mengalami masa pubertas.

 Puberitas pada perempuan

  • Pubertas pada anak perempuan biasanya terjadi lebih awal daripada anak laki-laki, mungkin pada rentang usia antara 8 hingga 13 tahun. Bagi sebagian besar gadis, bukti pertama pubertas adalah perkembangan payudara, tetapi dapat juga berupa tumbuhnya rambut kemaluan. Ketika payudaranya mulai tumbuh, seorang gadis akan memiliki sedikit benjolan lembut kecil (disebut tunas) di bawah satu atau kedua puting; jaringan payudara akan menjadi lebih besar selama satu atau dua tahun selanjutnya.
  • Rambut gelap, kasar, keriting akan muncul pada labia (lipatan kulit di sekitar vagina), dan kemudian, rambut yang sama akan mulai tumbuh di bawah lengannya.
  • Tanda-tanda pertama pubertas dapat terlihat karena diikuti oleh lonjakan pertumbuhan 1 atau 2 tahun berikutnya. Tubuhnya akan mulai membangun lemak, khususnya di payudara dan di sekitar pinggul dan pahanya. Tangan, kaki, lengan, dan betisnyapun akan turut pula menjadi lebih besar.
  • Puncaknya adalah berupa datang bulan periode pertama (menstruasi). Tergantung pada usia kapan perkembangan pubertas mereka mulai, perempuan mungkin mengalami menstruasi pertama mereka antara usia 9-16 tahun.

 

Akibat dari perubahan ciri sekunder yang tertunda ini, remaja kemungkinan:

  1. Kepercayaan diri remaja menurun
  2. Distress emosi
  3. Pikiran yang berlebihan tentang penampilan
  4. Depresi
  5. Perilaku makan yang malapdativ, berlanjut ke anoreksia
  6. Menurunnya nilai akademik di sekolah

Untuk menangani masalah perkembangan sekunder yang tertunda ini, maka sebaiknya:

  1. Bagi orang tua, penting mempertahankan agar anak remajanya selalu dalam keadaan sehat, dan terpenuhi kebutuhan akan gizi seimbang.
  2. Memberikan pemahaman kepada anak tentang proses kematangan pada anak seusianya dan hal-hal yang dapat menghambat kematangan tersebut bukanlah suatu yang memalukan /menakutkan, sehingga ia tidak membayangkan terus-menerus bahwa ada suatu kesalahan pada dirinya bilamana ia berbeda dengan teman-temannya.
  3. Bimbing anak menggali potensi diri, yang bisa menjadi keunggulan dalam hal yang lain sehingga ia tidak merasa malu akan penampilan, misal prestasi akademik, prestasi olahraga, perstasi seni, dan lain-lain.
  4. Membantu anak memperbaiki penampilan diri.
  5. Menjelaskan pada anak bahwa setiap individu itu unik, berbeda dan mempunyai karakteristik masing-masing yang bisa di unggulkan.

Dimensi Kognitif 

  • Idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak.
  • Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan.
  • Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.
  • Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan.
  • Mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar